Sabtu, 10 Mei 2014

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan
Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pada pasal 1 butir 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Adapun derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
-          Faktor Lingkungan
-          Faktor Perilaku
-          Faktor Pelayanan Kesehatan
-          Faktor Bawaan (Keturunan)
Dari keempat faktor tersebut, faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya dibandingkan dengan ketiga faktor yang lain.
Pada umumnya, bila manusia dan lingkungannya berada dalam keadaan seimbang, maka keduanya berada dalam keadaan sehat. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keseimbangan ini terganggu atau mungkin tidak dapat tercapai, maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan.
Keseimbangan tersebut sangat kompleks. Dari lingkungan alaminya manusia mengambil makanan dan sumber daya lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan materinya, ke lingkungan alami pula manusia membuang berbagai bahan buangan baik dari badannya maupun dari proses produksinya.
Proses pengambilan maupun pembuangan ini bila tidak terkendali, menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang dapat merugikan bagi kehidupan manusia itu sendiri, antara lain gangguan kesehatan, gangguan kenyamanan, gangguan ekonomi dan sosial. Dalam hal tersebut diatas yang perlu kita cermati adalah bahwa alam mempunyai daya dukung dan daya tampung yang terbatas. Bila pengelolaannya tidak seimbang maka kelestarian lingkungan juga akan terganggu.
Perilaku manusia yang tidak sehat, akan memperburuk kondisi lingkungan dengan timbulnya “man made breeding places” bagi kuman dan vektor penyakit maupun sumber pencemar yang dapat memajani manusia.
Selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang cepat, sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia yang tidak hanya kebutuhan dasar saja. Dari kebutuhan dasar yang berupa makanan dan sandang sampai pada kebutuhan materi sebagai hasil proses industri, memunculkan kecenderungan semakin meningkatnya tempat / kegiatan yang juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya.
Kondisi tersebut, bila tidak terkendali akan menimbulkan masalah kesehatan yang semakin berat dan luas dengan semakin tingginya angka kesakitan, baik karena penyakit infeksi maupun non infeksi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan yang tidak diinginkan.
Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi transisi epidemiologik, yaitu bergesernya pola penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit infeksi, pada saat ini penyakit non infeksi antara lain hipertensi, jantung, diabetes melitus, gangguan fungsi ginjal, kanker, lebih menonjol dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Toksikologi Lingkungan

Toksikologi Lingkungan
Karena limbah industri pada umumnya bersifat sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3), maka substansi atau zat beracun di lingkungan yang sangat menjadi perhatian ialah yang bersumber pada kegiatan manusia yang dibuang ke lingkungan sebagai limbah.
Karena kajian toksikologi adalah bahan beracun, maka obyek toksikologi lingkungan ialah limbah kimia yang beracun, umumnya termasuk kelompok limbah bahan berbahaya dan beracun (hazardous waste and toxic chemical).
Sedangkan yang dimaksud dengan toxicology lingkungan adalah pengetahuan yang mempelajari efek substansi toksik (beracun) yang terdapat di lingkungan alam maupun lingkungan binaan; mempelajari dampak atau resiko keberadaan substansi tersebut terhadap makhluk hidup.
Didalam Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang dimaksud dengan B3 dapat diartikan “Semua bahan/senyawa baik padat, cair, ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut”.
Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik :
-          mudah meledak
-          mudah terbakar
-          bersifat reaktif
-          beracun
-          penyebab infeksi
-          bersifat korosif.
Toksikologi lingkungan menjadi sangat penting, karena kenyataannya adalah bahwa yang paling merasakan dampak suatu kegiatan adalah manusia, bagian dari makhluk hidup.
Kata racun (toksin, toksikan) memang berhubungan dengan sistem kehidupan; sistem biologi. Toksisitas suatu bahan kimia ditentukan dengan LD 50 atau LC 50, yaitu dosis atau konsentrasi suatu bahan uji yang menimbulkan kematian 50 % hewan uji.
Pada manusia, sasaran toksikan pertama-tama adalah saluran pencernaan. Toksikan yang masuk melalui makanan pertama kali di dalam mulut akan diabsorbsi atau mengkontaminasi kelenjar ludah (saliva) yang kemudian dapat meracuni alat-alat pencernaan, dan selanjutnya menyebar ke organ vital lainnya.
Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia, misalnya meminum air yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan, seperti memakan ikan yang telah menggandakan (biological magnification) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar.



Limbah dan Masalahnya

Limbah dan Masalahnya
Karena limbah dibuang ke lingkungan, maka masalah yang ditimbulkannya merata dan menyebar di lingkungan yang luas. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai, dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir, melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara di laut atau danau, seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah.
Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi.
Limbah pemukiman selain berupa limbah padat yaitu sampah rumah tangga, juga berupa tinja dan limbah cair yang semuanya dapat mencemari lingkungan perairan. Air yang tercemar akan menjadi sumber penyakit menular.
Limbah industri baik berupa gas, cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau dengan sifat limbah B3.
Kegiatan industri disamping bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, ternyata juga menghasilkan limbah sebagai pencemar lingkungan perairan, tanah, dan udara. Limbah cair, yang dibuang ke perairan akan mengotori air yang dipergunakan untuk berbagai keperluan dan mengganggu kehidupan biota air. Limbah padat akan mencemari tanah dan sumber air tanah.
Limbah gas yang dibuang ke udara pada umumnya mengandung senyawa kimia berupa SOx, NOx, CO, dan gas-gas lain yang tidak diinginkan. Adanya SO2 dan NOx di udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat menimbulkan kerugian karena merusak bangunan, ekosistem perairan, lahan pertanian dan hutan.
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sangat ditakuti adalah limbah dari industri kimia. Limbah dari industri kimia pada umumnya mengandung berbagai macam unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun (toxic) sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia.
Limbah pertanian yang paling utama ialah pestisida dan pupuk. Walau pestisida digunakan untuk membunuh hama, ternyata karena pemakaiannya yang tidak sesuai dengan peraturan keselamatan kerja, pestisida menjadi biosida–pembunuh kehidupan. Pestisida yang berlebihan pemakaiannya, akhirnya mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan yang dapat menyebabkan keracunan konsumennya.
Pupuk sering dipakai berlebihan, sisanya bila sampai di perairan dapat merangsang pertumbuhan gulma penyebab timbulnya eutrofikasi. Pemakaian herbisida untuk mengatasi eutrofikasi menjadi penyebab terkontaminasinya ikan, udang dan biota air lainnya.
Pertambangan memerlukan proses lanjutan pengolahan hasil tambang menjadi bahan yang diinginkan. Misalnya proses di pertambangan emas, memerlukan bahan air raksa atau mercury akan menghasilkan limbah logam berat cair penyebab keracunan syaraf dan merupakan bahan teratogenik.
Kegiatan sektor pariwisata menimbulkan limbah melalui sarana transportasi, dengan limbah gas buang di udara, tumpahan minyak dan oli di laut sebagai limbah perahu atau kapal motor di kawasan wisata bahari.

Industri Dan Pencemaran Lingkungan

Industri Dan Pencemaran Lingkungan
Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.
Dengan demikian, pengelolaan lingkungan dilakukan bertujuan agar manusia tetap "survival". Hakekatnya manusia telah "survival" sejak awal peradaban hingga kini, tetapi peralihan dan revolusi besar yang melanda umat manusia akibat kemajuan pembangunan, teknologi, iptek, dan industri, serta revolusi sibernitika, menghantarkan manusia untuk tetap mampu menggoreskan sejarah kehidupan, akibat relasi kemajuan yang bersinggungan dengan lingkungan hidupnya. Karena jika tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari permasalahan lingkungan, maka kemajuan yang telah dicapai terutama berkat ke-magnitude-an teknologi akan mengancam kelangsungan hidup manusia.

  1. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan
Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa.
Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi.
Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia.. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca".
Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam "revolusi hijau" mampu meningkatkan hasil pertanian, karena adanya bibit unggul, bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Dibalik itu, teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, bahkan akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu loncat.
Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin (lemari es dan AC), berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan, atau obat anti nyamuk yang praktis untuk disemprotkan, dan sebagainya. Serangkai dengan proses tersebut, ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro ethylene polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di stratosfer.
Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan, tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang langka.
Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh teknologi dan sektor industri di Indonesia, sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan, khususnya pada kota-kota yang sedang berkembang seperti Gresik, Surabaya, Jakarta, Bandung Lhokseumawe, Medan, dan sebagainya. Bahkan hampir seluruh daerah di Jawa telah ikut mengalami peningkatan suhu udara, sehingga banyak penduduk yang merasakan kegerahan walaupun di daerah tersebut tergolong berhawa sejuk dan tidak pesat industrinya.
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Amsyari (1996:104), mencatat kerusakan lingkungan akibat industrialisasi di beberapa kota di Indonesia, yaitu:
-          Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri.
-          Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya.
-          Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.
-          Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah, bahkan temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius.
-          Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r SO2, dan debu.
-          Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis, seperti minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020.
-          Luas hutan Indonesia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yang disengaja atau oleh bencana kebakaran. Kondisi hara tanah semakin tidak subur, dan lahan pertanian semakin menyempit dan mengalami pencemaran. 
 
  1. Klasifikasi Pencemaran Lingkungan
Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara teknis telah didefinisikan dalam UU No. 4 Tahun 1982, yakni masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai peruntukannya.
Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga unsur dalam pencemaran, yaitu : sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam, bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada lingkungan, dan merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang kehidupan.
Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola pengelompokannya. Berkaitan dengan itu, Amsyari (1996: 102), mengelompokkan pencemaran alas dasar : a) bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran biologis, kimiawi, fisik, dan budaya; b) pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran udara, air, tanah, makanan, dan sosial; c) pengelompokan menurut sifat sumber menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer dan sekunder.
Namun apapun klasifikasi dari pencemaran lingkungan, pada dasarnya terletak pada esensi kegiatan manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan yang merugikan masyarakat banyak dan lingkungan hidupnya.

Konsep-Konsep Untuk Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri

Konsep-Konsep Untuk Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya. keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dari definisi diatas tersirat bahwa makhluk hidup khususnya merupakan pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya, baik dalam hal respirasi, pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan lain-lain.
Dan, manusia sebagai makhluk yang paling unggul di dalam ekosistemnya, memiliki daya dalam mengkreasi dan mengkonsumsi berbagai sumber-sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya.
Di alam terdapat berbagai sumber daya alam yang merupakan komponen lingkungan yang sifatnya berbeda-beda, dimana dapat digolongkan atas :
-          Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources)
-          Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable natural resources)
Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku yang beragam tersebut saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Sesuai dengan kepentingannya maka sumber daya alam dapat dibagi atas; (a). fisiokimia seperti air, udara, tanah, dan sebagainya, (2). biologi, seperti fauna, flora, habitat, dan sebagainya, dan (3). sosial ekonomi seperti pendapatan, kesehatan, adat-istiadat, agama, dan lain-lain.
Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan non-hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem, yang didalamnya didapati proses pergerakan energi dan hara (material) dalam suatu sistem yang menandai adanya habitat, proses adaptasi dan evolusi.
Dalam memanipulasi lingkungan hidupnya, maka manusia harus mampu mengenali sifat lingkungan hidup yang ditentukan oleh macam-macam faktor. Berkaitan dengan pernyataan ini, Soemarwoto (1991: 50-51) mengkategorikan sifat lingkungan hidup atas dasar:
(1)   Jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut
(2)   Hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup tersebut
(3)   Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup
(4)   Faktor-faktor non-materiil, seperti cahaya dan kebisingan
Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya, yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya, membentuk dan dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya adalah sirkuler, berarti jika terjadi perubahan pada lingkungan hidupnya maka manusia akan terpengaruh.
Uraian ini dapat menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran lingkungan, terutama terhadap kesehatan dan mutu hidup manusia. Misalnya, akibat polusi asap kendaraan atau cerobong industri, udara yang dipergunakan untuk bernafas oleh manusia yang tinggal di lingkungan itu akan tercemar oleh gas CO (karbon monoksida). Berkaitan dengan paparan ini, perlakuan manusia terhadap lingkungan akan mempengaruhi mutu lingkungan hidupnya.
Konsep mutu lingkungan berbeda bagi tiap orang yang mengartikan dan mempersepsikannya. Soemarwoto (1991: 53) secara sederhana menerjemahkan bahwa mutu lingkungan hidup diukur dari kerasannya manusia yang tinggal di lingkungan tersebut, yang diakibatkan oleh terjaminnya perolehan rezeki, iklim dan faktor alamiah lainnya yang sesuai.
Batasan ini terasa sempit, bila dikaitkan dengan pengaruh elemen lingkungan yang sifatnya tidak dikenali dan dirasakan, misalnya dampak radiasi baik yang disebabkan oleh sinar ultraviolet atau limbah nuklir, yang bersifat merugikan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.

Senin, 10 Maret 2014


Hari Baru, Teman-teman.

Mengapa Anda bersedia untuk mendengar ketika seseorang berbicara pada Anda? Antara lain karena Anda percaya kepadanya kan? Seandainya tidak mempercayainya, maka Anda tidak akan tertarik untuk mendengarnya. Bahkan, bisa saja tidak tertarik untuk mengenalnya lagi. Dan kita ingin menjauh dari orang-orang yang tidak kita percayai lagi kan? Jika hal itu berlaku bagi orang lain, maka itu juga berlaku bagi kita. Artinya, orang lain pun tidak akan mau mendengar kita jika mereka tidak percaya kepada kita. Mendengar saja tidak mau. Apalagi mengamanahkan sesuatu kan? Ini menujukkan bahwa ‘kepercayaan’ adalah segala-galanya. Lantas, “Apa sih yang membuat kita kehilangan kepercayaan?”

Di sekitar kita, ada banyak fenomena yang bisa dijadikan sarana untuk bercermin. Agar bisa menjadi pribadi yang layak dipercaya. Di kantor, misalnya. Mungkin Anda mengenal seseorang yang apapun yang dikatakannya Anda tidak mau percaya lagi. Karena semua orang dikantor tahu bahwa orang itu ‘tukang ngibul’. Jika Anda seorang pebisnis, mungkin Anda mengenal seorang rekan bisnis yang janji mau bayar hutang tapi tidak pernah terealisasi. Anda, tentu tidak mau lagi berbisnis dengannya kan?

Kalau pernah memergoki suami atau istri Anda melakukan sesuatu yang tidak patut; apakah Anda akan selalu percaya kepadanya? Percaya sih, kan sudah memaafkan. Tapi didalam hati, kadang muncul sebuah tanda tanya kan? Di gedung DPR, Anda masih percaya pada para penghuninya? Fenomena meningkatnya golput menunjukkan sudah semakin lunturnya kepercayaan publik kepada lembaga terhormat itu.

Dari fenomena yang ada, kita bisa melihat dengan jelas bahwa kepercayaan bisa hilang hanya karena kata-kata kita, tidak sesuai dengan perilaku atau tindakan yang kita tunjukkan.   Kepada atasan yang doyan janji-janji doang, Anda tidak percaya lagi kan? Pada anak buah yang ‘iya-iya tapi tidak’ Anda kesal sekali tentunya. Kepada mitra yang hanya bicara tanpa tindakan, Anda ogah bergaul lama-lama. Bagaimana dengan mereka yang hanya dekat setiap 5 tahun sekali kepada rakyat? Bahkan orang yang terjerat fanatisme pada golongannya pun sebenarnya sadar bahwa; janji, jargon, dan kata-kata indah mereka itu tidak dijamin bakal sama dengan perilakunya.

Didalam kitab suci, Tuhan sudah memperingatkan bahwa kemarahanNya sungguh sangat besar kepada orang-orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dilakukannya. Artinya, lain dibibir lain dihati. Lain diperkataan, lain diperbuatan. Bahasa paling sederhananya adalah ‘bo-ong’. Sederhana memang, tampaknya. Tapi dampaknya sungguh luar biasa. “Lah, cuman bo-ong segitu doang kok dipikirin…” Banyak orang yang bilang begitu kan? Padahal setiap tindak kriminal, maupun kerusakan atau kekacauan apapun yang terjadi di muka bumi ini; berkaitan dengan – minimal – satu kobohongan.

Tidak ada hal lain yang bisa dipegang dari seorang manusia selain kata-katanya. Jika kata-katanya sudah tidak bisa dipegang lagi, maka kita tidak bisa mempercayainya lagi. “Lah, kalau nggak dipercaya sama si ini, kan bisa cari orang lain yang masih mau percaya kan? Toh masih banyak orang yang bisa dibo-ongin dan dibodongin.” Mungkin ada juga orang yang berpikiran demikian. Makanya, tidak kapok-kapok berbo-ong. Toh selalu ada ‘audience lain’ yang akan percaya kan?

Memang, fenomena itu terasa kental di lingkungan kita. Semoga saja kita tidak ikut terjerat kedalamnya. Karena. Meskipun tampaknya sederhana, bo-ong itu parah banget konsekuensinya. Anda, tentu masih ingat Rasulullah yang mengingatkan bahwa salah satu dari 3 – tiga – ciri orang munafik adalah; “jika berkata, dia berdusta”. Bayangkan, Rasulullah saja sudah memperingatkan sedemikian kerasnya. Masak sih kita menganggap enteng begitu?

Mungkin manusia masih mau percaya pada kita. Apalagi di zaman yang segalanya bisa dibeli seperti saat ini kan. Asal ada imbalannya, maka segala sesuatunya bisa terjadi. Iyya, kalau kita hanya mikirin penilaian manusia. Memangnya kita tidak percaya bahwa kelak kita akan mati juga? Lalu berhadapan dengan Sang Maha Menyaksikan. Dzat yang tahu persis apa yang kita sembunyikan didalam hati. Dia yang memberi siksa atau pahala. Atas segala sesuatu yang kita ucapkan dan lakukan. Meski sebesar butiran debu sekalipun.

Atau jangan-jangan, bukan kepercayaan orang lain pada kita yang hilang itu. Melainkan, kepercayaan kita kepada Tuhan. Mungkin kita tidak percaya lagi bahwa Tuhan punya kuasa pada kita. Sehingga demi kekuasaan kita bersedia melakukan apa saja. Demi jabatan kita sanggup melakukan apapun. Demi mengejar harta kita tega melanggar norma-norma. Karena kepercayaan kita kepada kuasanya Tuhan; sudah tak ada. Na’udzubillah.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 7 Maret 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Kepercayaan orang yang hilang bisa digantikan oleh kepercayaan orang lain yang masih percaya kepada kita. Tapi jika masih suka mengakali kepercayaan orang, mungkin kita tidak lagi percaya bahwa Tuhan menyaksikan setiap ucapan dan tindakan yang kita lakukan.

Kesibukan sering tidak memungkinkan saya untuk posting artikel di berbagai milist. Jadi saya prioritaskan di milist pribadi yang bisa diupdate melalui gadget. Jika Anda ingin mendapatkan kiriman artikel “S (=Spiritualism)” secara rutin sebaiknya bergabung disini: http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Senin, 27 Januari 2014

PEMOGRAMAN DESKTOP

 Pemrograman desktop dibagi 3 yaitu .Net, Java dan Delphi. Bahasa pemrograman .Net yaitu Visual Basic (VB), C++ dan C sharp. Sedangkan pemrograman web dibagi 3 yaitu PHP, ASP dan HTML. Dan untuk pemrograman mobile yang digunakan adalah J2ME.
               Tiap pemrograman memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan pemrograman desktop yaitu tidak perlu online dalam menjalankannya, sedangkan kekurangannya yaitu harus menginstal programnya atau memakan space hardisk. Untuk pemrograman web mempunyai kelebihan yaitu tidak perlu menginstal program  ( cukup browsing di internet ) tetapi kekurangannya yaitu harus online. Pemrograman mobile kelebihannya yaitu praktis ( dapat dijalankan dimana saja ) sedangkan kekurangannya yaitu tampilan kecil dan fitur kurang lengkap.



  • PEMROGRAMAN DESKTOP
  1. NET
NET merupakan sebuah bahasa pemrograman yang memiliki ruang lingkup besar dan kompleks. Net dikembangkan oleh Microsoft sebagai sistem untuk mengembangkan aplikasi perangkat lunak.NET Framework dirancang Microsoft dengan terkait pengembangan bahasa-terutama C # dan Visual Basic-untuk mengatasi berbagai masalah yang dialami para pengembang perangkat lunak Windows dan user. Kelebihan .Net yaitu memungkinkan kita membuat aplikasi windows base  yang di launch melalui Internet Explorer  sehingga kita dapat memanfaatkan rich window component untuk aplikasi web sedangkan kekurangannya boros memori.
Bahasa pemrograman .Net yaitu Visual Basic (VB), C++ dan C sharp (C #):
Microsoft Visual Basic.NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .Net Framework, dengan menggunakan bahasa basic. Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman Common Object Model (COM).
C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an . C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat oop.
C# (dibaca: C sharp) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi obyek yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari inisiatif kerangka .Net Framework.

     2.  JAVA

Java’ adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Dikembangkan oleh sun microsystem dan diterbitkan tahun 1995. Fitur pada Java yaitu Java virtual machine (jvm), garbage collection, code security. Kelebihan dari Java adalah multiplatform, perpustakaan kelas yang lengkap, bergaya C++, pengumpulan sampah otomatis. Kekurangan Java adalah tulis sekali, perbaiki di mana saja, mudah didekompilasi, penggunaan memori yang banyak.

     3.  DELPHI

DELPHI adalah sebuah perangkat lunak (bahasa pemrograman) untuk membuat program / aplikasi komputer berbasis windows. Bahasa pemograman berbasis objek, artinya semua komponen yang ada merupakan objek-objek.  Ciri sebuah objek adalah memiliki nama, properti dan method/procedure. Komponen-komponen yang ada tidak hanya berupa teks (yang sebenarnya program kecil) tetapi muncul berupa gambar-gambar. Keuntungan dari DELPHI yaitu komunitas pengguna yang besar pada usenet maupun web, dapat mengkompilasi menjadi single executable, memudahkan distribusi dan meminimalisir masalah yang terkait dengan versioning, banyaknya dukungan dari pihak ketiga terhadap VCL (biasanya tersedia berikut source codenya) ataupun tools pendukung lainnya (dokumentasi, tool debugging), optimasi kompiler yang cukup cepat, mendukung multiple platform dari source code yang sama. Kekurangan dari DELPHI adalah partial single vendor lock-in (Borland dapat menetapkan standar bahasa, kompatibilitas yang harus mengikutinya), terbatasnya kamampuan portabilitas antar-platform OS (sebelum ada kylix), akses pada platform dan library pihak ketiga membutuhkan file-file header yang diterjemahkan ke dalam bahasa pascal, dokumentasi atas platform dan teknik-teknik yang menyertainya sulit ditemukan dalam bahasa pascal (contoh akses COM dan Win32).

  • PEMROGRAMAN WEB
  1. PHP
PHP adalah bahasa pemorgraman yang memungkinkan para web developer untuk membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. Kelebihan dari PHP yaitu bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya, web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana, pengembangan lebih mudah ( banyak milis dan developer ), bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak, open source, lebih mudah dan cepat daripada ASP, coding-nya relatif  lebih mudah  dipelajari, API sangat lengkap ( framework2 yang sangat praktis,cepat dan efisien dalam membangun aplikasi PHP). Kekurangan dari PHP yaitu encoding harganya mahal, misal membeli phpEncoder dari Zend.Com, kalau memakai encoder lain harus memasang plugin dulu di server.

     2.  ASP.NET

ASP.NET merupakan sebuah sarana baru untuk membangun halaman-halaman web site yang interaktif yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dengan cara yang sangat mudah dan menakjubkan.  ASP.NET merupakan salah satu teknologi yang bekerja dengan sistem client-server model dimana dua atau lebih komputer bekerja sama, mengambil informasi dan mengirim informasi. ASP.NET memilki kelebihan yaitu sintaksnya tidak rumit, koneksi ke database mudah, bisa mengeksekusi prosedur tersimpan jika databasenya pakai sql server, cocok untuk under windows developer, bisa mengeksekusi stored procedure sql server, bahasa yang bisa dipakai  VBScript, JScript, dan Perl, session management yang bagus, punya OPTION EXPLICIT untuk penghematan memori, lebih stabil diserver windows, encoder scriptnya gratis disediakan oleh Microsoft. Kekurangan ASP.NET adalah memakan banyak space hardisk buat menjalankan aplikasi-aplikasinya, kurang maintanable, prosesnya cukup berat dan terkenal lambat, jika konek ke hal lain menggunakan ASP butuh untuk membuat connection string, tidak murah alias mahal, dari keamanan bug ::$DATA yang memungkinkan pengunjung melihat kode sumber sebuah halaman, komunitasnya lebih sedikit.

     3.  HTML

HTML adalah semacam bahasa penkodean bukan sebagai bahasa pemrograman. Hypertext Mark Up Language : bahasa penformatan untuk membuat halaman yang dapat delink atau bahasa yang digunakan menformat halaman web. Dokumen HTML disebut mark up language, karena berisi tanda-tanda (tag) tertentu yang digunakan untuk menentukan tampilan suatu teks dan tingkat kepentingan dari teks tersebut dalam suatu dokumen. Kelebihan dari HTML adalah merupakan bahasa penkodean yang lintas platform (cross platform), dapat disisipi gambar baik gambar statis ata dinamis (animasi) termasuk menggunakan gambar untuk dijadikan hyperlink, dapat disisipi animasi berupa Java Applet atau file-file animasi dari Macromedia Flash atau Macromedia Shockwave, dapat disisipi bahasa pemrograman untuk mempercantik halaman web seperti Javascript, VBScript, Active Server Pages, Perl, Tcl, PHP dan sebagainya, bukan merupakan bahasa pemrograman jadi tidak memerlukan kompiler; cara menjalanakannya cukup dengan menggunakan browser. Kekurangan dari HTML adalah karena menghasilkan halaman yang statis, maka untuk memperoleh halaman yang dinamis harus menggunakan bahasa pemrograman tertentu seperti Javascript atau VBScript dan animasi seperti Flash atau Shockwave, memiliki tag-tag yang begitu banyak sehingga susah dipelajari untuk yang masih awam, tidak dapat menghasilkan halaman yang interaktif.

  • PEMROGRAMAN MOBILE
  1. J2ME

J2ME adalah satu set spesifikasi dan teknologi yang fokus kepada perangkat konsumen. Program J2ME diterjemahkan oleh VM. Program-program tersebut dikompile ke dalam bytecode dan diterjemahkan dengan Java Virtual Machine(JVM). Ini berarti bahwa program-program tersebut tidak berhubungan langsung dengan perangkat. Inti dari J2ME terletak pada configuration dan profile-profile. Suatu configuration menggambarkan lingkungan runtime dasar dari suatu sistem J2ME. Ia menggambarkan core library, virtual machine, fitur keamanan dan jaringan. Kelebihan J2ME adalah menyediakan suatu interface yang sesuai dengan perangkat. Kekurangan J2ME yaitu memiliki jumlah memori yang terbatas, menghabiskan sedikit daya dari baterei, layar yang kecil, bandwith jaringan yang rendah.
"semoga bermanfaat"

"Mr.Combro"

PERBEDAAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Perbedaan Teknologi Informasi dengan Sistem Informasi

Seringkali kita bingung untuk membedakan antara sistem informasi dengan teknologi informasi. Agar lebih mengerti, kita pelajari dahulu pengertian dari  sistem informasi dengan teknologi informasi ini.
Pengertian Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999). Semua bidang membutuhkan teknologi informasi, baik hukum, ekonomi, perbankan, kesehatan, dll.
Kemudian, perbedaan antara Teknologi Informasi dengan Sistem Informasi yaitu Sistem informasi mencangkup seluruh sistem didalam perusahaan secara keseluruhan termasuk teknologi informasi,akuntansi, manajemen, dll di dalamnya, sedangkan teknologi informasi ada untuk membantu/menunjang kegiatan sistem informasi, diantaranya pembuatan hardware, software, network, database, dll.
Semoga bermanfaat ^_^ 
"Mr.Combro"