Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kalau
kita perhatikan, hampir semua isi kandungan ratib Al-Haddad ini berisi
ayat-ayat Quran yang memang telah disunnahkan untuk sering dibaca. Dan
juga terdapat dzikir-dzkikir yang ma'tsur dengan dilandasi dengan hadits
yang shahih.
Sehingga menurut Habib Mundzir, untuk membaca ratib
Al-Haddad ini tidak perlu lagi dapat 'ijazah', atau izin dari seorang
ulama. Sebab semua berisi ayat dan hadits shahih.
Berbeda dengan
ratib lainnya, ada yang mesti harus ada ijazahnya. Perlunya ijazah ini
karena masih belum bisa dijamin keshahihan atau kebenaran lafadz yang
terdapat di dalam gubahan dan rangkaian doa di dalamnya.
Ibarat
cetakan mushaf Al-Quran, Departemen Agama RI biasanya menyematkan tanda
tashih yang berarti isi cetakannya sudah diteliti dengan benar dan
dijamin tidak ada kesalahan dalam penulisan.
Ijazah dari seorang
ulama atas suatu teks ratib kira-kira berfungsi demikian juga, yaitu
untuk memastikan tidak adanya teks yang bertentangan dengan akidah atau
pun syariah.
Isi Kandungan Ratib Al-Haddad
1. Surat Al-Fatihah
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ
الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah,
lagi Maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan
mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang
Menguasai hari Pembalasan hari Akhirat). Engkaulah sahaja Ya Allah)
Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.
Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau
telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan) orang-orang yang
Engkau telah murkai, dan bukan pula jalan) orang-orang yang sesat.
Tidak
ada seorang pun yang meragukan fadhilah atau keutaman membaca surat
Al-Fatihah ini. Bahkan surat ini juga dinamakan surat 'Ruqyah'
berdasarkan hadits yang shahih yang terdapat di dalam Shahih Bukhari,
bab Ma yu'tha firruqyati 'ala ahya'il arab bi fatihatil kitab hadits no. 2276 dan juga dalam Shahih Muslim kitabus salam bab jawazu akhdzil ujrah 'alarruqyati bil quran wal-adzkar no. 65.
2. Ayat Kursi
Ratib ini kemudian diteruskan dengan membaca ayat Kursi yang terkenal itu.
اَللهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ
وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا
الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ
أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ
إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ
يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ.
Allah, tiada
Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang
tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit
dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya
melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan
mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak
mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah
kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah
menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan
Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar. QS. Al-Baqarah: 255)
Tentang
keutamaan kita membaca ayat kursi ini, setidaknya ada 99 hadits yang
menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan,
benteng pertahanan, melapangkan fikiran dan menambahkan iman.
3. Ayat-ayat Penghabisan Surat Al-Baqarah
Setelah itu ratib ini diteruskan dengan membaca ayat-ayat penghabisan dari surat Al-Baqarah:
آمَنَ
الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ
آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ
أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ
رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.
Rasulullah telah beriman
kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang
yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya,
dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. Katakan): “Kami tidak membezakan
antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain." Mereka berkata
lagi: Kami dengar dan kami taat kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan
kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali” QS Al-Baqarah 285)
Diriwayatkan
daripada Abu Mas'ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah
bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada
seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya.
لاََ
يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا
مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ
أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ
عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ
طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ
مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
Allah
tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia
mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung
dosa atas kejahatan yang diusahakannya. Mereka berdoa dengan berkata),
"Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa
atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada
kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada
orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah
Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan
maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah
rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami
untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir” QS Al-Baqarah Ayat 286)
Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila
Jibril sedang duduk dengan Rasulullah s.a.w., dia mendengar bunyi pintu
di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi
sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun
turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke
bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua
cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul
sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu
akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya.
4. Dikir
لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Tiada
Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya
segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan
dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW berkata, “Siapa
yang membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti
memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya
dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan
syaitan sepanjang hari.”HR Bukhari, Muslim dan Malik)
5. Lafadz Al-Baqiyaushshalihat
سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ.
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.
Dari
Samurah ibn Jundah bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Zikir-zikir yang
paling dekat di sisi Allah adalah empat, yaitu tasbih, takbir, tahmid
dan tahlil, tidak berbeda yang mana aturannya apabila engkau
berzikirullah. HR Muslim)
6. Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ.
Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dua
zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh
Allah ialah: 'SubhanAllah al-Azim dan 'SubhanAllah wa bihamdihi.”HR Bukhari)
7. Minta Ampun dan Tobat
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْ
Ya Allah ampunlah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.
Dalilnya adalah beberapa ayat Quran berikut ini:
“Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.QS. Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: )
Juga Surah 11: Hud; Ayat 90
8. Shalawat Kepada Nabi SAW
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ.
Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu.
Dalilnya sangat banyak yang menganjurkan kita untuk bershalawat kepada Nabi SAW, di antaranya ayat berikut ini:
Sesungguhnya
Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang
beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan
penghormatan yang sepenuhnya. QS. Al-Ahzab: 56)
Dari Abdullah bin Amr berkatabahwa RAsulullah SAW bersabda: “Orang yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. HR Muslim)
9. Minta Perlindungan kepada Allah
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَق
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.” HR Abu Dawud dan Tirmizi, )
بِسْـمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ.
Dengan
nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun
di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha
Mengetahui.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hamba-hamba
Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada
apa jua kesakitan akan dialaminya.” HR Ibn Hibban)
10. Menyatakan Keridhaan Kepada Allah, Islam dan Muhammad
رَضِيْنَـا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيّـًا
Kami redha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.
11. Basmalah
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ اللهِ.
Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah.
Rasulullah
s.a.w. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk
berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar.
Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya
ialah “Alhamdulillah”.
12. Taubat
. آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا.
Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir.
Wahai
orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat
Nasuha”. Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang
bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah
seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.” (QS At-Tahrim: 8)
يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا..
Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa dosa) yang ada pada kami.
Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (QS. An-Nisa’: 106)
13. Minta Dimatikan dalam Keadaan Muslim
ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ.
Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam.
14. Minta Dihindari dari Orang Zhalim
ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ..
Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim.
صْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ
Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menggangu.
Diriwayatkan
oleh Abu Darda’ bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang mukmin
pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan
didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”.
15. Menyebut Nama-nama Allah
يـَا عَلِيُّ يـَا كَبِيْرُ يـَا عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ يـَا سَمِيعُ يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ يـَا خَبِيْرُ.
Wahai
Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi
Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha
Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui
“Katakanlah wahai
Muhammad), "Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu
serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan
janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah
engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana
antara itu." (QS. Bani Israil: 110)
ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَم
Wahai
Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa
sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba-Nya.
Dari
Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah s.a.w., ada seseorang
berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan
tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang
Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup
dan Yang Tersendiri”. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dia berdoa kepada
Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya
kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi. (HR Abu Dawud)
16. Minta Ampunan
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ
Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan.
“Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (QS. An-Nisa’: 106)
“Dan
mintalah keampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih” (QS. Hud: 90)
17. Tahlil
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Tiada Tuhan Melainkan Allah
Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga.
Diriwayatkan
oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah tidak
membenarkan seseorang masuk ke neraka jikalau dia mengucapkan kalimah
tauhid ini berulang-ulang kali.”
18. Shalawat
مُحَمَّدٌ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ
وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ آلِ
وَأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ
التَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ..
Muhammad Rasulullah, Allah Mencucurkan
Selawat dan Kesejahteraan keatasnya dan keluarganya. Moga-moga
dipermuliakan, diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta
Allah Ta'ala meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah,
sekalian tabi'in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini
sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu
wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani.
19. Membaca Tiga Surat
سْم
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ
الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا
أَحَـدٌ
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Katakanlah wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa;
Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia
pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding
dengan-Nya.
Dari Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar
bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya
dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya
sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w
berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti
sepertiga al-Quran!” Dari Al-Muwatta', diriwayatkan oleh Abu Hurairah;
Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar
seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya
bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga”
Wajiblah syurga bagi si pembaca itu). (HR Bukhari)
بِسْم
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ
ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ
النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد.
Dengan
Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah wahai
Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh,
daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada
kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada ahli-ahli sihir)
yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan
orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”.
Dari
Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang
anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan
membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit
yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan
mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda
tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku.
بِسْم اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ،
إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ
يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ..
Dengan
Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah wahai
Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai
sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,
Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang
melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan
jin dan manusia”.
Dari Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad
s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan
hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda
ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini saja. (HR Tirimizy)
20. Mengirim Pahala Bacaan Surat Al-Fatihah
Salah
satu di antara perbedaan pendapat para ulama adalah tentang apakah
pahala bacaan Quran bisa ditransfer kepada orang lain yang sudah wafat.
Rupanya
penyusun ratib Al-Haddad ini termasuk kalangan yang meyakini
dibenarkannya pengiriman pahala bacaan Quran kepada orang yang sudah
wafat. Sebagai bagian dari khilaf para ulama, maka hal ini seharusnya
bisa kita terima secara wajar.
Maka pada bagian akhir dari rangkaian dzikir yang disusunnya, ada pengiriman pahala untuk orang-orang tertentu.
اَلْفَاتِحَةَ
إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ
عَلَوِي وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَكفَّةِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِي
عَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا
بِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ
وَالآخِرَةِ..
Bacalah Al-fatihah kepada roh Penghulu kita
al-Faqih al-Muqaddam, Muhammad ibn Ali Ba’alawi, dan kepada asal-usul
dan keturunannya, dan kepada semua penghulu kita dari keluarga bani
‘Alawi, moga-moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi
kita manfaat dengan mereka, rahasia-rahasia mereka, cahaya mereka di
dalam agama, dunia dan akhirat.
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ
ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ
وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ - أَنَّ اللهَ يُعْلِي
دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ
وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِي خَيْرٍ
وَعَافِيَةٍ. 28
Bacalah al-fatihah kepada roh-roh Penghulu
kita Ahli Ahli Sufi, di mana saja roh mereka berada, di timur atau
barat, moga moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi
kita manfaat dengan mereka, ilmu-ilmu mereka, rahsia-rahsia mereka,
cahaya mereka, dan golongkan kami bersama mereka dalam keadaan baik dan
afiah.
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ
الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ
بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي
دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ
وَأَنْوَارِهِمْ بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ
Bacalah
fatihah kepada roh Penyusun Ratib ini, Qutbil-Irshad, Penyelamat kaum
dan negaranya, Al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad, asal-usul dan
keturunannya, moga moga Allah meninggikan darjat mereka di syurga, dan
memberi kita manfaat dari mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya dan
berkat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.
اَلْفَاتِحَة
إِلَى كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ
الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ
اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا بَأَسْرَارِهِمْ
وبَرَكَاتِهِمْ.
Bacalah Fatihah kepada hamba hamba Allah yang
soleh, ibu bapa kami, mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, moga
moga Allah mengampuni mereka dan merahmati mereka dan memberi kita
manfaat dengan rahsia rahsia dan barakah mereka.
21. Doa Penutup
Sebagai penutup, dzikir ini kemudian ditutup dengan doa penghabisan yang lafadznya demikian:
اَلْحَمْدُ
اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ
مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وأَهْلِ بَيْتِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ
الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ
خَيْر، وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا
مِنْ أَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ
لأَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا
وَأَوْلاَدِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ
وَبُؤْسٍ وَضِيْر إِنَّكَ وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ بِكُلِّ خَيْر
وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْر يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.
Segala
puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian
alam, segala puji pujian bagi-Nya atas penambahan nikmat-Nya kepada
kami, moga moga Allah mencucurkan selawat dan kesehahteraan ke atas
Penghulu kami Muhammad, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda. Wahai
Tuhan, kami memohon dengan haq benarnya) surah fatihah yang Agung,
yaitu tujuh ayat yang selalu di ulang-ulang, bukakan untuk kami segala
perkara kebaikan dan kurniakanlah kepada kami segala kebaikan,
jadikanlah kami dari golongan insan yang baik; dan peliharakanlah kami
Ya tuhan kami. sepertimana Kamu memelihara hamba-hambaMu yang baik,
lindungilah agama kami, diri kami, anak anak kami, sahabat-sahabat kami,
serta semua yang kami sayangi dari segala kesengsaraan, kesedihan, dan
kemudharatan. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung dari seluruh
kebaikan dan Engkaulah yang mengurniakan seluruh kebaikan dan memberi
kepada sesiapa saja kebaikan dan Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. Amin Ya Rabbal Alamin.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keredhaan dan syurga-Mu; dan kami memohon perlindungan-Mu dari kemarahan-Mu dan api neraka.
Dari
Anas ibn Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa
memohon kepada Allah untuk surga tiga kali, Surga akan berkata, “Ya
Allah bawalah dia ke dalam syurga;” dan jikalau ia memohon perlindungan
dari api neraka tiga kali, lalu neraka pun akan berkata, “Ya Allah
berilah dia perlindungan dari neraka.”HR Tirmizi dan An-Nasa’i)
Penutup
Rangkaian
lafadz ini adalah susunan manusia biasa, bukan dari Rasulullah SAW.
Namun sumber-sumbernya berasal dari ayat Quran, serta hadits-hadits yang
umumnya dikatakan maqbul atau bisa diterima, bahwa memang Rasulullah
SAW mengajarkannya.
Sebagian kalangan yang 'anti dzikir' atau
'anti ratib' berargumen bahwa Rasulullah SAW tidak mengajarkan rangkaian
dzikir seperti ini, sehingga kalau tidak ada ketetapan yang langsung
dari diri beliau SAW sendiri, kita tidak boleh mengarang sendiri.
Termasuk mengarang rangkaiannya bacaannya, sehingga kalau mau dzikir, ya
dzikir saja tanpa harus dirangkai-rangkai menjadi sebuah ritual
tersendiri.
Sikap kita kalau bertemu kedua kutub ini tentu harus
lebih dewasa. Kita tidak mungkin menyalahkan salah satunya, juga tidak
mungkin juga ikut membuat suasana menjadi semakin panas.
Yang
perlu kita pahami adalah bahwa keberagaman dalam menjalankan agama ini
sudah ada sejak zaman para shahabat nabi. Ada shahabat yang cenderung
menjalankan agama secara apa adanya, tanpa melihat latar belakangnya,
pokoknya begitu ya begitu. Tapi ada juga para shahabat yang selalu
memandang sesuatu sesuai pokok persoalan dan keadannya.
Jadi
kalau para shahabat nabi saja di masa lalu sudah agak beragam cara
pandangnya, masak sih kita hari ini tidak boleh melakukannya? Bukankah
para shahabat itu sebagiannya juga dijamin masuk surga?
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar