Berikut beberapa keutamaan shalawat dan hal-hal yang berkenaan
dengannya yang di kutip dari Kitab Nashaihud Diniyyah Wal Washayal
Imaniyah, Karya Al Habib Abdullah Bin Alawi Al Haddad, seorang ulama
besar abad 17.
Shalawat untuk Rasulullah SAW memiliki keutamaan yang besar dan
menghasilkan manfaat yang banyak di dunia dan akhirat bagi orang-orang
yang banyak mengucapkannya. Allah Ta’ala dalam Firman Nya yang
maksudnya, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk
Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah penghormatan kepadanya”. [Al Ahzab:56]
Cukuplah bagimu apa yang di sebutkan Allah SWT di atas sebagai
penghormatan dan pengagungan bagi Nabi Nya serta dorongan bagi para
hamba Nya yang mu’min untuk mengucapkan shalawat dan salam baginya.
Nabi Muhammad SAW Bersabda “Barangsiapa bershalawat untukku sekali, maka Allah Bershalawat untuknya 10 kali.”
Seorang alim berkata, “Andaikata Allah bershalawat untuk hamba
sepanjang umurnya sekali, niscaya hal itu telah cukup baginya sebagai
kehormatan dan kemuliaan.”
Maka bagaimana dengan 10 shalawat untuk setiap shalawat yang di
ucapkan muslim untuk Nabinya? Maka Segala Puji bagi Allah atas karunia
Nya yang banyak dan pemberian Nya yang besar.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sekali,
maka Allah bershalawat untuknya 10 kali, dan mengangkat baginya 10
derajat, menulis baginya 10 kebaikan dan menghapus darinya 10
kesalahan.”
Nabi SAW juga bersabda “Orang yang paling banyak mendapat perhatianku
pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak shalawatnya untukku”.
Nabi SAW bersabda “Barangsiapa mengucapkan; Allahumma Shalli ‘Alaa
Muhammad Wa Anzilhu al-Maq’adal Muqarrab ‘indaka Yaumal Qiyaamah. (Ya
Allah bershalawatlah untuk Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang
dekat di sisi Mu pada hari kiamat), maka Wajiblah ia mendapat
syafa’atku”.
Dalam sabdanya SAW,”Barangsiapa mengucapkan, “Jazallahu ‘Anna
Muhammad Maa Huwa Ahluhu” (Semoga Allah membalas jasa Muhammad terhadap
kami sebagaimana mestinya), maka ia pun telah memayahkan 70 malaikat
menulis selama 1000 pagi”
Rasulullah SAW bersabda “Bershalawatlah kalian untukku di mana pun kalian berada, karena shalawatmu sampai kepadaku.”
Di riwayakan bahwa Allah mempunyai Malaikat-malaikat yang berkeliling
bumi menyampaikan kepada Nabi SAW, Shalawat dari ummatnya yang
bershalawat untuknya.
Diriwayatkan pula bahwa tidaklah seorang dari ummatnya memberi salam
kepadanya, melainkan Allah mengembalikan ruhnya yang mulia kepadanya
hingga menjawab salamnya. Telah di riwayatkan pula jawaban yang berlipat
atas siapa yang memberi salam Kepada nya SAW.
Nabi SAW bersabda, “Telah menjadi hina orang yang namaku di sebut di dekatnya, namun ia tidak bershalawat untukku”
Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa yang aku di sebut di dekatnya, namun
tidak mengucapkan shalawat untukku, ia pun telah menyimpang dari jalan
syurga”
Nabi SAW bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan shalawat untukku pada
hari jum’at, karena shalawat untukku di tunjukkan kepadaku pada setiap
Jum’at. Maka yang terdekat di antara mereka kedudukannya dariku pada
hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat kepada ku”.
Nabi SAW juga bersabda, “Bershalawatlah kalian untukku pada malam
yang cemerlang dan hari yang indah.” Yakni, malam Jum’at dan siangnya.
Oleh karena itu setiap mu’min patut memperbanyak shalawat untuk Rasul
SAW dalam seluruh waktunya dan pada malam Jum’at dan siangnya secara
khusus. Hendaklah ia menggabungkan salam dengan shalawat untuknya. Allah
telah menyuruh mengucapkan keduanya bersama-sama.
Di sebutkan dalam hadits dari Allah Ta’ala bahwa Dia berkata kepada
Nabi SAW, “Barangsiapa bershalawat untukmu, Aku pun bershalawat
untuknya. Dan siapa mengucapkan salam untukmu, Aku pun mengucapakan
salam untuknya”.
Barangsiapa mengucapkan shalawat dan salam untuk Nabi SAW, hendaknya
ia ucapkan shalawat dan salam untuk keluarga Nabi SAW sesudahnya, karena
Beliau SAW menyukai hal itu bagi mereka. Telah di riwayatkan banyak
hadits mengenai hal itu.
Disebutkan dalam suatu atsar bahwa shalawat yang di dalamnya tidak
terdapat shalawat untuk keluarga Nabi Muhammad SAW maka shalawat
tersebut di namakan shalawat yang buntung. Wallahu A’laam..
Di sarikan dari terjemahan Kitab Nashaihud Diniyyah Wal Washaya
Imaniyyah Sayyid Zaid Husain Al Hamid. Diterbitkan oleh Mutiara Ilmu
Surabaya. Cetakan Pertama, Shafar 1423 H.
Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Alih Wa Shahbihi Wa Sallim..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar